Dalam rumah Bapaku bayaklah tempat
Terdengar suara Yesus yang merdu
Ia pergi ke negeri terang dan baka
Untuk menyediakan tempat bagimu
Reff :
Jangan tolak kasih Tuhanmu setia
Agar kaupun boleh masuk trang mulia
Dalam rumah Bapaku banyaklah tempat
Bila percaya kau diterimaNya
Untuk Ibu tercinta
Ibu ...
Sebutan yang sangat berarti dalam hidup seorang anak ... dan terasa lebih berarti apabila seorang Ibu tidak lagi ada disamping kita … karena waktu pertemuan telah terbatasi oleh ketentuan Allah dan tidak satu halpun yang dapat menggantikannya.
Ibu ...
Seorang wanita hebat yang tiada tandingannya ... bukan terlihat dari tangannya yang halus … justru dari tangan kasarnya banyak tercipta keajaiban. Mendidik 9 orang anak bukan perkara yang mudah, dengan peluh yang menetes dan air mata yang menggenang dipelupuk mata, ibu mendidiknya ke 9 anak tersayang dengan penuh cinta.
Ibu ...
Seorang wanita yang sangat tangguh ... bukan terlihat dari wajahnya yang halus, justru kerutan diwajahnya menandakan bahwa dia tak pernah memikirkan dirinya sendiri. Tapi justru memikirkan bagaimana keluarganya dapat bahagia dengan cucuran kasihnya yang tiada henti.
Ibu ...
Seorang wanita yang sangat penyabar ... bukan terlihat dari rambutnya yang indah terurai, justru dari rambut yang kasar, beruban menandakan bahwa dunia terasa hampa apabila ibu tak dapat memberikan yang terbaik untuk anak – anak tercinta.
Oh Ibu ...
Betapa banyak kebaikan yang telah engkau tanam
Begitu banyak cinta kasih yang telah kau tebar
Begitu banyak pelajaran yang kau berikan
Kepergianmu begitu menyesakkan hati.
Bu ...
Air mata ini berlinang menatap semua bagian rumah dan setiap tempat yang engkau tapaki setiap hari. Betapa kami merindukanmu ... betapa kami menginginkan engkau ada ….. Agar kami dapat mengatakan betapa kami bangga dan mencintaimu.
Bu ...
Ketika kau berada di ICU Rumah sakit Telogorejo Semarang, ratusan sahabat menjengukmu dan mengirimkan doa tulus agar kau sehat kembali ... Ribuan bahkan jutaan bait doa dikirimkan untuk dirimu ... Walau hati kecil berbicara Engkau tetap akan kembali padaNya.
Ibu ...
Sekarang tinggal kenangan indah tentang dirimu ... Ibu yang selalu tersenyum bahkan dikala susah ... Ibu yang yang selalu repot memikirkan orang lain ... Ibu yang selalu memikirkan cara membahagiakan orang lain dari pada dirinya sendiri ... Ibu yang tidak pernah meminta ... Ibu yang tidak pernah menghitung apapun kepada anak – anaknya.
Ibu ...
Aku dan kakak – kakak tak pernah menganggap engkau tiada ... Karena engkau selalu ada dihati kami. Ibu ... Kami tak pernah berpikir engkau tertidur dalam tanah yang terdapat nisan tertulis namamu ... Karena kebaikanmu selalu ada bersama kami ... Ibu ... Kami tak pernah mau menganggap engkau pergi karena engkau selalu bersama kami.
Ibu ...
Sesungguhnya aku ingin engkau mengetahui bahwa kami mencintaimu ... Betapa kami kehilanganmu ... Betapa kami merindukanmu ... Tiada air mata yang deras mengucur kecuali saat engkau tak ada bersama kami lagi. Tiada luka hati yang paling sakit kecuali menerima kenyataan bahwa kami tak bisa lagi mendekapmu. Tiada lagi kesedihan yang paling mendalam kecuali karena engkau tak tersenyum lagi pada kami.
Ibu ...
Aku ingin engkau tahu bahwa kami mengucapkan banyak terima kasih atas semua kebaikan yang telah Ibu tanam.
Ibu ...
Kami ikhlas ... Kami ikhlas engkau pergi kembali padaNya ...
Cinta anak, menantu, cucu, cicit tak sebanding dengan cinta Allah ... Maka kami ikhlas bu ... Ikhlas bila engkau bersama Allah tercinta ...
Selamat jalan Ibuku tercinta ...
Maafkan kami tak bisa membahagiakanmu ...
Maafkan kami bila tak memberikan yang terbaik untukmu ...
Maafkan kami bila kami terlalu banyak membuat luka hatimu ...
Tak henti doa akan kami persembahkan untuk dirimu ...
Sebagai bakti kami untukmu Ibuku tercinta ...