Selasa, 15 September 2009

BERSAHABAT ATAU MENGUBUR MASA LALU?

Jika pada suatu saat mantan kekasih menghubungi anda dan mengajak bertemu, apakah anda akan menerima atau menolaknya?. Jika masa lalu hadir di masa kini, bagaimana cara menyikapinya?.

Masa lalu bagaimanapun adalah bagian dari hidup seseorang. “Kita tidak bisa menghapusnya meski kita ingin sekalipun”. Kata Tia seorang pekerja seni di Jakarta. Dan saat ini Tia memilih menutup rapat – rapat masa lalunya, ia tidak ingin bersahabat dengan mantan kekasihnya.

Pendapat sama dikatakan David seorang marketing yang putus 10 tahun yang lalu karena perbedaan agama tetapi sekarang bertemu lagi dalam urusan bisnis. Pacaran dengan Santi membuat David menemukan dunia yang berbeda. Selama ini hubungan mereka putus nyambung karena masalah beda agama. Aku mencintai Santi tetapi aku enggakmungkin menikahinya.

Perceraian membuat Siska dan suaminya jadi bersahabat karena Siska merasa telah mengecewakan orang tua, mantan mertua, anak dan terutama Tuhan. “Saya jadi merasa lebih dekat sama Tuhan, saya mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan”. Mungkin aku dulu terlalu egois, tidak dewasa dan terlalu memikirkan hal – hal duniawi. Dan anak satu hal yang membuat kami masih dekat.

Seratus orang mungkin akan menempuh cara yang berbeda untuk menyingkapi masa lalunya. Seseorang mungkin memilih untuk menutup rapat – rapat masa lalunya, ia sama sekali tidak mau lagi berhubungan dengan mantan suami/istri, seseorang yang lain mungkin justru bersahabat dengan mantan kekasihnya dan ada pula yang mengambil jalan tengah tetap berteman tetapi secukupnya saja.

Menurut saya, bagaimanapun masa lalu adalah masa yang sudah berlalu. Namun masa lalu itu perlu dibuka kepada pasangan kita yang sekarang. “Self disclosure” itu perlu. Jangan menimbulkan masalah jika tidak jujur.

Tidak perlu semua hal di masa lalu diceritakan, yang penting – penting saja untuk diketahui.

Namun ada juga orang yang tidak mau tahu dengan masa lalu pasangannya. Jika seperti ini ya, lebih baik tutup rapat masa lalu dan tidak perlu diceritakan. Saat ini banyak terjadi perselingkuhan yang factor penyebabnya antara lain karena adanya kesempatan dan nilai – nilai yang berlaku, soal nilai – nilai ini misalnya orang tidak malu lagi untuk berselingkuh bahkan bangga.

Hubungan dengan masa lalu sebaiknya diputus apalagi jika pasangan kita tidak setuju. “Kan enggak penting – penting amat bersahabat dengan mantan kekasih, kalaupun ada urusan dalam pekerjaan, bisnis sebaiknya secukupnya saja jangan sampai membuat hubungan dengan kekasih kita berantakan, toh kitapun harus menghargai pasangan kita”.

Jika sekali – sekali menyapa mungkin tidak apa – apa tetapi jangan sampai curhat terhadap mantan kekasih atau mantan suami/istri. Jangan nambahin masalah deh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar